Kamis, 06 Agustus 2009

ketika rembulan bertanya pada Tuhannya

Di suatau malam, Rembulan pernah bertanya pada sang pencipta

Tuhanku sang maha pemurah
Tuhanku sang maha pemberi
Tuhanku yang mengatur segalanya

Maaf kan aku karena mempertanyakan kekuasaan Mu.
Maaf kan aku karena kelancanganku mempertanyakan keputusanmu.

Wahai Tuhanku,
mengapa Kau biarkan selalu sendiri di langit yang gelap.
Mengapa Kau biarkan aku sendiri tanpa teman.
Mengapa Kau bangunkan aku pada saat manusia telah kelelahan berjalan dimuka bumi. Mengapa Kau justru menjadikan aku semakin indah saat manusia sudah bersiap-siap merebahkan tubuh mereka diperaduannya?

Wahai Tuhan ku yang maha adil,
mengapa Kau ciptakan aku indah,
jika mereka sudah tidak lagi memiliki waktu untuk memperhatikan keindahanku?

Wahai Tuhanku sang pencipta,
Mengapa tak pernah Kau pertemukan diriku dengan bagian lain dari hari mu?
Mengapa Kau biarkanku sendiri,
tidak mampu bertemu dengan matahari?

Mengapa Kau biarkan aku terbangun ketika matahari mulai kelelahan menyinari bumi. Mengapai Kau bangunkan matahari justru pada saat aku harus kembali keperaduan?

Tuhan ku,
aku tidak pernah mempertanyakan kuasaMu,
aku tidak pernah meminta lebih pada Mu.
Namun sekali ini aku meminta padamu duhai Sang Maha Pengabul.
Pertemukanlah aku dengan sang matahari,

Ketika mendengar permintaan sang bulan, Tuhan yang maha pemurah pun menjawab:

Wahai ciptaanku yang terindah.
Aku sangat senang mendengar suaramu.
Aku sangat bahagia mendengarkan permintaanmu.

Aku sangat jarang mendengar suaramu
Aku hampir tak pernah mendapatkan permintaan darimu.

Lebih seringlah berdialog dengan ku, anakku
Agar Kau semakin dekat dengan Ku.
Agar kau semakin denkat dengan keinginanmu

Wahai putri hari Ku.
Memintalah selalu pada Ku putri hari Ku.
Jangan pernah ragu untuk meminta.
Karena dengan doamu, kau akan semakin dekat dengan Ku.
Dengan doamu, kau akan semakin dekat dengan pengharapanmu

Besok bertemu lah kau dengan matahari.
Tetaplah terbangun ketika ayam telah berkokok.
Tetaplah ditempatmu, meskipun langit telah berubah warna.
Temuilah matahari jika itu yang kau harapkan.

Keesokan harinya,
Sang rembulan pun tetap berada di langit seperti yang di izinkan oleh Sang Maha Pengatur
Ia bertamu dengan sang matahari.
Mereka terus bersama menghabiskan hari.


Malam harinya,
Sang bulan kembali bersimpuh pada Sang Maha Pencipta

Ya Tuhan ku yang Maha Adil
Wahai Tuhan ku Yang Maha Mengetahui rahasia dibalik segala kejadian

Terimakasih karena telah mendengarkan permintaanku.
Terimakasih karena telah mengabulkan pengharapanku.
Terimakasih karena telah kau berikan kesempatan pada ku untuk bertemu dengan matahari.

Ya tuhanku,
Maafkan lah atas keegoisan permintaanku.
Maafkan karena aku tidak pernah bersyukur atas nikmatmu.

Sekarang aku mengetahui mengapa Kau tidak menyandingkanku dengan matahari.
Sekarang aku mengerti rahasia di balik pengaturan Mu

Kau jadikan ku indah justru karena putihku di malam yang gelap
Kau jadikan ku indah justru karena kesendirianku di malam yang sunyi

Kau jadikan ku indah karena kesejukan warnaku,
hingga manusia dapat melihat keindahanku
Kau jadikan aku indah karena kesejukan warnaku,
sehingga hati mereka tergetar saat memandangku


Semua itu tidak ku miliki saat aku memaksakan diriku tetap terbangun di siang hari
Semua itu tidak terlihat saat ku memaksakan diri untuk bersanding dengan matahari

Maafkan aku ya Tuhanku karena telah meragukan kemurahanMu
Maafkan aku Tuhan ku karena mempertanyakan keadilan Mu

Terima kasih Tuhan ku karena kebaikan Mu
Terima kasih Tuhan ku karena Kau membuatku menjadi indah

Sang Pencipta pun tersenyum kemudian berkata:
Wahai Putri Hari Ku.
Aku senang karena akhirnya kau mengerti.

Wahai putriku tercinta,
Mulailah dari sekarang untuk lebih membuka matamu
Mulailah dari sekarang untuk melihat sekitar mu.
Dan temukanlah jawaban dari pertanyaan mu

Sang bulan pun terdiam.
Tercenung mendengarkan jawaban Tuhan yang ia puja.
Merasa bersalah, ia pun mulai membuka mata nya lebih lebar…

Ia terkesiap melihat sekitarnya…
Ternyata di sudut langit yang lain ia menemukan bintang…
Tidak Cuma satu, namun banyak!
Ia pun terisak, karena ternyata selama ini tidak menyadarinya

Kemudian, ia menunduk ke bawah
Ia melihat manusia yang masih tetap menemaninya melewati malam
Menunduk memuja tuhan yang juga ia puja

Ia pun kembali tersenyum
Kali ini senyumnya penuh kebahagiaan,
karena ia mulai menemukan jawaban dari pertanyaannya…

Terima kasih ya Tuhan,
karena ternyata Kau telah memberikan apa yang aku pinta,
bahkan sebelum aku memintanya

Terima kasih ya Tuhan,
karena Kau sebenarnya telah memberikan apa yang aku butuhkan,
bahkan sebelum aku menyadari bahwa aku membutuhkannya


Sekali lagi terima kasih Tuhan…
(SQ, 6th of August 2009, )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar