Kamis, 01 Juli 2010


pernah kesal karena kehilangan data di komputer, kehilangan flashdisk?

saya pernah.... hahaha

kerjaan satu bulan hilang dalam satu hari.

bukan masalah waktu yang saya keluarkan untuk melakukan ini. tapi lebih karena untuk mendapatkan data tersebut saya harus berjibaku untuk mencari orang, ditolak orang karena kesibukan mereka, berkali-kali resceduling karena orangnya lupa dan lain-lain. intinya data yang hilang adalah data dari hasil proses kerja yang melelahkan.

Dari kejadian tersebut saya belajar satu hal, penyimpanan data dengan menggunakan perangkat keras beresiko. beberapa perangkat keras yang bisa digunakan untuk menyimpan data selain di PC, flashdisc adalah dengan menggunakan CD, DVD, dan eksternal harddisc. Walaupun caranya sederhana hanya perlu menyimpannya atau mengkopinya ke dalam media tersebut, namun banyak resiko yang bisa terjadi. Karena masih tetap ada kemungkinan resiko kerusakan akibat kebakaran, bencana alam termasuk pencurian. Selain juga memiliki bahaya lain, misalnya file corrupt, virus, worm, spyware,dll.

Karena itu saya mulai mencari informasi tentang cara penyimpanan data yang lebih baik. kemudiaan saya menemukan bahwa salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan menyimpannya dalam online storage. Kita bisa menyimpan pada penyedia situs yang telah menyediakan fasilitas ini, yaitu berupa ruang space tempat kita untuk menyimpan data-data kita secara online.

Penyimpanan secara online itu mudah dan nyaman, tidak perlu membakar CD atau membawa filenya di mana saja. Caramya cuma men-transfer soft copy file dari komputer sendiri ke situs penyimpanan online komputer. sepemahaman saya sistem serupa ini dikenal juga dengan nama cloud computing

Cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan Internet-based service untuk meng support business process.

Dahulu Model ini dianggap paling tepat untuk solusi perusahaan yang tidak mempunyai dana lebih dalam implementasi IT dan tidak mempunyai divisi khusus IT /EDP. Namun dalam perkembangan dilapangan, provider ini mulai bergeser ke services content. Dan pemain layanan data & Internet (ISP) mulai melirik pangsa pasar ini. Akses data dari mana saja dan menggunakan perangkat fixed atau mobile device menggunakan internet cloud sebagai tempat menyimpan data, applications dan lainnya yang dapat dengan mudah mengambil data, download applikasi dan berpindah ke cloud lainnya, hal ini memungkinkan kita dapat memberikan layanan aplikasi secara mobile di masa depan. Trend ini akan memberikan banyak keuntungan baik dari sisi pemberi layanan (provider) atau dari sisi user.

Trend saat ini adalah dapat memberikan berbagai macam layanan secara teridstribusi dan pararel secara remote dan dapat berjalan di berbagai device, dan teknologinya dapat dilihat dari berbagai macam teknologi yang digunakan dari proses informasi yang dilakukan secara outsourching sampai dengan penggunaan eksternal data center. Cloud Computing merupakan model yang memungkinkan dapat mendukung layanan yang disebut ”Everything-as-a-service” Dengan demikian dapat mengintegrasikan virtualized physical sources, virtualized infrastructure, seperti juga sebaik virtualized middleware platform dan aplikasi bisnis yang dibuat untuk pelanggan didalam cloud tersebut.

Ada beberapa keuntungan yang dapat dilihat dari perkembangan Cloud Computing ini, seperti

  • Lebih efisien karena menggunakan anggaran yang rendah untuk sumber daya

  • Membuat lebih eglity, dengan mudah dapat berorientasi pada profit dan perkembangan yang cepat

  • Membuat operasional dan manajemen lebih mudah, dimungkinkan karena system pribadi atau perusahaan yang terkoneksi dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah

  • Menjadikan koloborasi yang terpecaya dan lebih ramping

  • Membantu dalam menekan biaya operasi biaya modal pada saat kita meningkatkan reliability dan kritikal sistem informasi yang kita bangun.

Struktur Cloud Computing

Terdapat tiga komponen platform = computer desktop, mobile devices dan cloud, dengan memperhatikan masalah kemudahan dan keamanan, dimungkinkan dapat dengan mudah para user untuk pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain dimana saja.


Lalu apa resikonya ?

Sebagaimana yang dikatakan sebagai bisnis service, dengan teknologi cloud Pak Beno sebaiknya mengetahui dan memastikan apa yang ia bayar dan apa yang ia investasikan sepenuhnya memang untuk kebutuhan ia menggunakan service ini. ia harus memperhatikan pada beberapa bagian yaitu:

  • Service level - Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan Pak beno untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.

  • Privacy - Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data Pak Beno akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari anda.

  • Compliance – Pak Beno juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang dijalankan, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data didalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.

  • Data ownership - Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan didalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement nya yang mempertanyakan hal ini.

  • Data Mobility - Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud relationship bagaimana anda mendapatkan data anda kembali? Format apa yang akan digunakan ? atau dapatkah anda memastikan kopi dari data nya telah terhapus ?

  • Untuk sebuah service yang masih tergolong kritis untuk perusahaan anda, saran terbaik adalah menanyakan hal ini se detail detailnya dan mendapatkan semua komitmen dalam keadaan tertulis.

Layanan ini memiliki biaya, sehingga bisa mahal untuk menyimpan semua yang anda inginkan. Tetapi, ternyata ada cara untuk menghemat biaya yang besar pada penyimpanan online. Anda dapat mendapatkan free online storage jika anda tahu caranya.

Bahkan ada situs penyimpanan online yang akan memberikan penghasilan kepada Anda dengan cara mengajak/menawarkan orang lain untuk bergabung. Dengan mempromosikan tentang pelayanan situs tersebut kepada orang lain, anda akan sering-sering memperoleh ruang penyimpanan gratis (bisa jadi peluang pendapatan baru bukan? )

Setiap penyedia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. ada yang hanya bisa untuk meyimpan data grafik saja, ada yang memiliki fitur refferal. Jumlah spacenya pun beragam, mulai 1 gb sampai 50 gb. Diantara Free online storage adalah snapdrive, yang menyediakan 2 gb space. kemudian Humyo, layanan penyimpanan online ini menyediakan space sebesar 10 gb. Selanjutnya adalah Box, space yang diberikan adalah 1 gb. IDrive memberikan 2 gb untuk backup data kita. Kemudian adalah ADrive yang menawarkan layanan begitu lumayan yaitu 50 gb.

Teknologi cloud akan memberikan kontrak kepada user untuk service pada 3 tingkatan:

  • Infrastructure as Service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.

  • Platform-as-a-service: hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tampa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contoh nya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.

  • Software-as-a-service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi denga Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan social network application seperti FaceBook.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar